Deskripsi Produk
LEANOM
"Bor bawah lubang" mengacu pada jenis mata bor khusus yang digunakan dalam teknik pengeboran lubang bawah (DTH). Pengeboran DTH adalah metode yang biasa digunakan di pertambangan, konstruksi, dan eksplorasi minyak dan gas untuk menembus formasi batuan keras.
Dalam pengeboran DTH, senar bor dengan palu di ujungnya didorong ke tanah dengan menerapkan gaya dan rotasi. Udara terkompresi atau cairan lain digunakan untuk menggerakkan palu, yang memberikan dampak cepat ke mata bor. Mata bor, pada gilirannya, memecahkan batu dengan memotong atau menghancurkannya.
Down The Hole Drill Bits dirancang untuk menahan gaya tumbukan tinggi dan kondisi abrasif yang dihadapi selama pengeboran DTH. Mereka biasanya terbuat dari baja bermutu tinggi dan memiliki tombol atau sisipan karbida di ujungnya untuk penetrasi batu yang efisien. Bentuk dan susunan tombol dapat bervariasi tergantung pada persyaratan pengeboran tertentu, seperti jenis formasi batuan dan kecepatan pengeboran yang diinginkan.
Mata Bor Down The Hole ini tersedia dalam berbagai ukuran dan konfigurasi untuk disesuaikan dengan aplikasi pengeboran yang berbeda. Mereka biasanya digunakan bersamaan dengan palu DTH, yang menyediakan energi yang diperlukan untuk proses pengeboran.
Secara keseluruhan, Down The Hole Drill Bits merupakan komponen penting dalam operasi pengeboran DTH, memungkinkan penetrasi batuan yang efisien dan efektif dalam kondisi geologis yang menuntut.
Down The Hole Drill Bits digunakan di berbagai industri, termasuk pertambangan, konstruksi, serta minyak dan gas, untuk menembus formasi batuan keras. Meskipun mata bor DTH dirancang agar kuat dan tahan lama, mata bor tersebut dapat mengalami beberapa kegagalan selama pengoperasian. Berikut adalah beberapa jenis kegagalan yang dapat terjadi dengan Down The Hole Drill Bits:
Memakai:Pengeboran konstan dalam formasi abrasif dapat menyebabkan keausan pada struktur pemotongan mata bor. Sisipan atau tombol pada mata bor dapat menjadi tumpul atau rusak, yang menyebabkan berkurangnya efisiensi pengeboran dan tingkat penetrasi yang lebih lambat.
Erosi:Pengeboran formasi dengan kandungan air yang tinggi atau partikel abrasif dapat menyebabkan erosi pada permukaan mata bor. Erosi dapat menyebabkan struktur pemotongan menjadi bulat atau rata, mengurangi keefektifannya dan memerlukan penggantian mata bor.
Korosi:Paparan zat korosif, seperti jenis batuan atau cairan pengeboran tertentu, dapat menyebabkan korosi pada mata bor. Korosi melemahkan struktur mata bor, menyebabkan kegagalan prematur.
Kelelahan:Operasi pengeboran yang terus-menerus dapat membuat Mata Bor Down The Hole mengalami beban siklik dan tekanan, yang menyebabkan kegagalan kelelahan. Retakan kelelahan dapat berkembang di area kritis bit, yang pada akhirnya menyebabkan kegagalan total.
Kerusakan dampak:Selama pengeboran, mata bor dapat menghadapi benda keras yang tidak terduga atau menghadapi kekuatan yang berlebihan, yang mengakibatkan kerusakan akibat benturan. Hal ini dapat menyebabkan terkelupas atau rusaknya struktur pemotongan atau komponen mata bor lainnya.
Kegagalan utas:Mata bor DTH dihubungkan ke tali bor menggunakan sambungan berulir. Seiring waktu, utas dapat aus atau berubah bentuk, yang menyebabkan kegagalan utas. Hal ini dapat mengakibatkan mata bor terlepas dari rangkaian bor atau kehilangan stabilitas selama pengeboran.
Kegagalan terkait panas:Operasi pengeboran yang intens dapat menghasilkan panas yang signifikan pada mata bor. Jika bit tidak dapat menghilangkan panas secara efisien, ini dapat menyebabkan degradasi termal, hilangnya kekerasan, dan penurunan kinerja.
Cacat manufaktur:Kadang-kadang, mata bor dapat memiliki cacat produksi yang dapat menyebabkan kegagalan prematur. Cacat ini dapat mencakup masalah dengan bahan yang digunakan, perlakuan panas yang salah, atau kontrol kualitas yang buruk selama proses pembuatan.
Perlu dicatat bahwa pemeliharaan, pemantauan, dan pemeriksaan rutin yang tepat dapat membantu mengidentifikasi dan mengurangi jenis kegagalan ini, memperpanjang masa pakai dan kinerja mata bor DTH.
Spesifikasi
LEANOM
Parameter Teknis Bit DTH QL60
|
Diameter |
Tombol Pengukur |
Tombol Depan |
Berat (KG) |
Nomor Bagian |
||||
|
Mm |
Inci |
Muka datar |
Wajah Cembung |
Wajah Cekung |
Tipe Wajah |
|||
|
140 |
5 1/2 |
Φ18*7 |
Φ14*3 |
Φ15*4 |
/ |
Wajah Cembung |
15.1 |
LR-QL50-140CV |
|
140 |
5 1/2 |
Φ16*8 |
Φ14*8 |
/ |
/ |
Muka datar |
15.3 |
LR-QL50-140FF |
|
146 |
5 3/4 |
Φ18*8 |
Φ15*8 |
/ |
/ |
Muka datar |
15.9 |
LR-QL50-146FF |
|
146 |
5 3/4 |
Φ18*8 |
Φ15*4 |
/ |
Φ14*3 |
Wajah Cekung |
15.8 |
LR-QL50-146CC |
|
152 |
6 |
Φ18*8 |
Φ15*8 |
/ |
/ |
Muka datar |
16.4 |
LR-QL50-152FF |
|
152 |
6 |
Φ18*8 |
Φ16*4 |
/ |
Φ14*4 |
Wajah Cekung |
16.2 |
LR-QL50-152CC |









